ROKOK NON CUKAI MILIK RAKYAT, VERSUS ROKOK PITA CUKAI, ROKOK NYA MALING

-

 

Sekian lama ditindas dan di plokotho  oleh pihak bea cukai yang notabene Adalah sarang maling dan pengkhianat bangsa , akhirnya rakyat melawan dengan cara yang sama, Masyarakat yang sudah Lelah ditindas, di plokotho dan di permainkan lewat pajak pita cukai akhirnya melawan, caranya dengan  memproduksi rokok rakyat sendiri yang lebih dikenal dengan istilah rokok non cukai yang harganya lebih murah dan terjangakau, serta bebas dari pita cukai yang sangat mencekik leher dan tidak jelas kemana duitnya.

Kata kata pedas dari obrolan di Warung warung terkait dengan pihak bea cukai perihal duit pajak  pita cukai yang selama ini gak jelas rimbanya menjadi topik hangat setiap harinya,” beli rokok yang ada pita cukai nya sama saja beli rokoknya maling ,ngenakno maling , maling nya tambah kaya mas, kita cari duit untuk menafkahi keluarga keluarga, bukan menafkahi maling mas,” ujar salah satu pelanggan kopi sambil  tertawa lebar Ketika dimintai tanggapannya terkait dengan obrolan yang sedang menjadi trending topik diwarung seputaran wilayah kabupaten Gresik dan sekitarnya.

Memang bila dilihat kondisi negara kita yang sedang tidak baik baik saja ini tidak bisa disalahkan juga, ditengah deras nya arus informasi global dengan tajuk social media yang menjadi obat Pelepas dahaga dan sekaligus “Pahlawan informasi” bagi rakyat ini seakan membuka mata setiap orang yang ingin menuntut keadilan.

Akibat dari derasnya unggahan di sosial media yang begitu tranparan, tanpa tedeng aling aling tanpa pandang bulu dan tidak memihak terkait dengan berbagai macam kebobrokan para tikus berdasi itu, Masyarakat akhirnya sadar, masak iya negara sebesar ini bisa dirusak oleh orang orang yang hanya bermodal dasi, apalagi gak bawa senpi 

Kesimpulan : 

  Rokok non-cukai kini bukan hanya dipandang sebagai alternatif yang lebih murah, tetapi oleh sebagian masyarakat juga dianggap sebagai bentuk protes terhadap tingginya beban cukai dan tuntutan akan transparansi pengelolaan pajak. Di warung-warung kopi hingga media sosial, suara kritik terhadap kebijakan dan tata kelola negara semakin lantang terdengar. Terlepas dari pro dan kontra, satu hal yang tak bisa dipungkiri: masyarakat menginginkan keadilan, keterbukaan, dan penggunaan uang rakyat yang benar-benar berpihak kepada rakyat. (fan)